Cerita Dewasa Sutini Namanya

Video Rate:
0 / 5 ( 0votes )
512 views

SodokBelakang – Pengalamanku saat aku baru menikah 1 tahun, saat itu aku sudah berumah tangga sendiri, karena istriku juga bekerja jadi kami membutuhkan seorang pembantu melalui biro jasa. Pembantuku masih muda sekali usianya kira-kira 16 tahun hanya kulitnya yang putih dan bersih. Dia sudah ada saat ini yang sudah bekerja kira-kira 6 bulan.



Saat itu ada keperluan mengambil surat-surat yang bersalin di rumah, pembantuku Sutini namanya tapi panggilannya Tini yang membukakan pintu. Karena aku mencari surat yang suka lama maka pintu ditutup oleh Tini dan Tini kelihatannya langsung mandi.

Akhirnya aku menemukan suratku itu, tapi karena Tini masih mandi aku akan menunggu untuk menutup pintu depan. Aku duduk di belakang tempat tidur, memang jendela kamarku menghadap ke belakang.

Anda bisa melihat kebun juga kamar dan kamar mandi pembantu di balik taman. Pintu kamar mandinya kemudian terbuka dan Tini keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk dililitkan ke badan.

Mungkin menganggap rumah sepi tidak ada yang tahu jadi dia berani begitu pikirku. Diam-diam aku berkomentar terus, Tini memasukkan pakaian kotornya ke ember cucian dan kemudian balik masuk ke kamar. Kamarnya juga tidak ditutup, Tini kelihatan mengambil pakaian dari lemarinya.

Lalu Tini melepas handuknya dan mengeringkan lagi tubuh. Wah, terlihat sekali badannya yang langsing dan putih bersih dengan buah dadanya yang hanya kecil dengan puting warna merah jambu dan kemaluannya yang masih belum ditumbuhi rambut sedikitpun.

Kemudian Tini memakai BH-nya yang tanpa sponsor dan CD yang mini, lalu memakai rok bawahan dan kaos. Lihat saja yang kecil, bersih dan indah itu nafsuku bergairah. Setelah Tini selesai menyisir rambutnya yang pendek ala Yuni Sara dan membedaki mukanya, aku langsung panggil dia.

“Tin”

“Iya pak”.

“Aku tolong pijit leher dan kepalaku karena pusing”, sambil duduk di kursi makan.

Kemudian Tini memijit leherku, meskipun kecil tapi tubuh cukup mantap. Habis memijat leher, aku minta mijit bagian dahi dan pelipis kiri dan kanan.

Tini mulai memijitnya, tapi karena kepalaku goyang-goyang, kepalaku tiba-tiba tiba ditariknya keada dan disandarkan ke dadanya. Aku jadi makin grengkipun buah dadanya kecil sekali gak hanya, misalnya pasirarannya empuk. Ulahnya membuat penisku mulai bangun sedikit-sedikit, aku jadi penasaran lalu kucoba tanganku kuturunkan dan umpanulang.

Ternyata Tini diam saja tak bermain negatif. Lalu kuberanikan untuk meraba pahanya, ternyata Tini tetap diam saja dengan memijit dahiku terus.

Rabaanku kuteruskan dengan 2 tangan di paha kiri dan kanan sambil kupijit pahanya dan tangan kananku terus merambat ke atas sampai ke kemaluannya yang tertutup celana dalam.

Saat itu Tini masih diam terus, lalu jariku coba kususupkan ke dalam CD-nya untuk mengutak-atik lubang kemaluannya, saat itu Tini mulai mendesis dan menggoyangkan pantatnya, “Sseett .. aduh Pak geli kena kelentitku”.

Cerita Lainnya:   Cerita Dewasa Linda Tersenyum Puas Sambil Nungging Masih Di Hantam Rudy Dari Belakang

Karena mereka tidak bisa terus dan terus melakukan pekerjaan itu tidak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tidak ada lagi dan lenganku erat-erat sambil berbisik, “Sseett .. aduh Pak geli kena kelentitku”.

Karena mereka tidak bisa terus dan terus melakukan pekerjaan itu tidak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tidak ada lagi dan lenganku erat-erat sambil berbisik, “Sseett .. aduh Pak geli kena kelentitku”.

Karena mereka tidak bisa terus dan terus melakukan pekerjaan itu tidak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tidak ada lagi dan lenganku erat-erat sambil berbisik,

“Pak .. pak .. Tini nggak tahan pakai yaak pak?”

“Minta apa Tin?” Tanyaku.

Tini tak menjawab hanya memberi kode dengan digenggam dengan jempolnya dijepit di antara jari-jari tengah dan telunjuk, yang berarti minta disetubuhi.

“Katanya kamu masih gadis”, kataku.

Tini cerita, dia sudah dijodohkan di desa kira-kira tahun yang lalu. Pada saat pulang Lebaran kemarin, dia sudah digauli oleh pacarnya itu sampai beberapa kali.

“Karena sudah merasakan digauli itu, Tini jadi sering kepingin jadi lagi sekarang” katanya. Dia cerita lagi,

“Apalagi Tini sering lihat bapak dan ibu jika utama, jadi nafsu Tini sering bergelora.”

“Darimana kamu lihat”, tanyaku.

“Ngintip dari celah kordin kamar bapak”, katanya polos.

“Apa setiap malam kami ngintip”, tanyaku.

“Tidak pak, cuma Tini tahu kebiasaan ibu untuk setiap kali makan siang tidur. Itu yang baru. Tini ngintip sebab selalu utama”. Lanjutnya,

“Tini nafsu sekali dengan ibu rumah.” Penisnya bapak dan saat bapak meniduri ibu sampai ibu keluar lendirnya.

Tini juga melihat ibu yang dengan lahapnya meminum air maninya bapak yang disemprotkan dalam mulutnya ibu. ”

“Kalau gitu kamu lihat semua cara-cara bapak dan ibu jika utama?” Tanyaku.

“Iya pak, kalau di desa pacar Tini kalau utama ya cuma biasa seperti orang desa itu. Tidak seperti ibu kadang duduk di atas, kadang bolak-balik ibu menghisap penis bapak dan bapak menghisap kemaluan ibu. ”

“ Tini kamu datang bulannya kapan? ”Tanyaku.

“Sudah lama pak, ini mungkin bisa lagi bisa haid”, sahutnya.

Karena Tini kepingin dan sudah bukan perawan lagi, lagi pula tidak ada masa-masa subur yang bisa saya lakukan dan kuliat pakaianku dan Tini kusuruh mengambil kasur lipat di gudang dan di seberang meja makan.

Aku langsung tiduran dan Tini kuminta menghisap penisku. Meskipun Tini sudah melihat teknik-teknik bermain cinta, tetapi karena belum dipraktekan jadi terasa belum nikmat seperti istriku.

Tini kusuruh melepas semua pakaiannya sampai bugil. Lalu buah dadanya kucoba kuremas tapi karena masih kecil jadi sulit, aku hanya bisa memencet putingnya lalu kuhisap-hisap juga sampai mengusap-usap kemaluannya yang gundul.

Cerita Lainnya:   Cerita Dewasa Munggilnya Memek Keponakan

Tiniurang penisku dan menciuminya sambil bekata, “Kalau penis orang desa itu kecil-kecil Pak tidak ada yang gede seperti punya bapak ini. Kalau gede kan bisa marem terasa. ”Saat kupegang dan kumasukkan jariku kelubang kemaluannya memang masih sempit lubangnya juga sudah banyak sekali tapi encer tak sekental punya istriku.

Ada lendir cewek yang banyak ini, aku makin bernafsu, Aku minta Tini main 69 atau bolak-balik menurut istilahnya. Tini yang di atas sambil menghisap penisku dan aku di bawah mempermainkan kemaluannya dengan mulut dan lidahku.

Clitorisnya kujilati sambil merenung bagian kemaluannya kumasuki 2 jari dan kugelitik bagian dalamnya.

“Aduuh .. pak. Kemaluanku geli sekali rasanya .. aduuh Tini mau keluar lendirnya pak. ”Mendengar itu langsung lubang kemaluannya kucucup dan terus kusedot-sedot dengan kuat sampai terasa, suur .. suur, dengan memisahkan rintihan Tini,“ Pak .. pak .. air santannya Tini sudah keluar semua.

”Kemudian kulihat lubangnya masih cukup banyak santannya di lubangnya dan setelah kusedot lagi kubersihkan santan-santan yang lepas menempel di bibir kemaluannya dan terasa penuh mulutku dengan maninya.

Saat kutelan rasanya sama seperti punya istriku yaitu asam-asam asin, hanya punya Tini lebih banyak tapi encer. Memang makin terbukti lendirnya kental.

Karena aku belum keluar maka segera kutancapkan penisku ke lubangnya. Begitu kumasukkan total seluruh batang penisku, Tini merintih, “Ssst .. aduh enaknya,

Rintihan itu membuat garang dan kuhunjamkan terus dengan keras dan cepat sampai ke lubang kemaluannya sampai Tini betul-betul tak tahan nikmatnya dengan menggelinjang-gelinjang terus.

Pikirku pembimbing yang tidak tahu apa-apa yang seharusnya mengintip ini mesti diajar betul. Kira-kira 10 menit lalu aku mencapai klimaks dan kemaluannya kusemprot dengan maniku dan Tini berbisik,

“Aduuh hangatnya penisnya bapak dan air maninya.”

Selesai utama Tini kuminta mencuci penisku di kamar mandinya. Sambil mencuci Tini bilang, “Waah, bapak mainnya hebat sih, pantasan ibu sering minta terus.

Tini juga nanti minta lagi ya! ”Aku menyanggupi permintaanya asal jangan saat masa subur dan kira-kira jam 10 pagi.

Aku menyanggupi karena kupikir tubuh bersih dan tidak ada penyakitnya dan karena baru yang memakai yaitu pacarnya dari buah dadanya kecil, tapi putingnya jika dihisap, dia terangsang banget.

Jadi jika kemudian kepingin ditiduri, Tini pura-pura batuk-batuk kecil saat mengepel lantai ruang tamu yang saya selalu duduk membaca koran. Lalu dia memberi koda manggut-manggut. Kejadian ini berulang terus kira-kira setiap 2 minggu sekali selama kurang lebih 4 bulan sampai akhirnya dia pamit keluar karena disuruh menikah.

Category: CERITA SEX Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,