Cerita Dewasa Polisi Wanita Yang Manis

Video Rate:
5 / 5 ( 1votes )
464 views

SodokBelakang – masih kuliah sambil cari kerja sampingan buat biaya kuliah. Kebetulan ada temen ibuku yang punya warnet di kota ini, jadi aku kerja nungguin warnet. Shift jaga biasanya malam, mulai jam 7 sampe jam 12 malam. Tapi kadang-kadang gentian sama teman-teman yang lain, tergantung belanja lah.



Saat itu aku jaga warnet malem solo, harusnya mulanya, tapi biasa lah ada aja alesan untuk ngilang. Yang heran, tumben warnet sepi banget (padahal tahun2 segitu saat orang jarang punya modem sendiri, warnet ndak pernah sepi lho).

Jadinya aku santai-santai sambil browsing materi kuliah, sambil slonjor-slonjor dan nyamil kacang. Sekitar jam 9 ada suara motor berhenti di luar. Hah, akhirnya ada pengunjung juga. Pintu kemudian dibuka, nampak masuk, bodynya tinggi, pintu imut sih, rambut pendek dan pake jaket dan celana panjang.

“Mau nge-net ada mas?” Tanyanya.

“Oh, tolong mbak…, kosong kok. Bebas milih mana saja. ”Jawabku ramah sambil melihat wajah imut tersebut.

“Makasih mas, saya dipojok situ aja” dia lalu menuju bilik yang pojok, terus ngenakan sepatu dan duduk (bilik warnetnya lesehan semua).

Aku lihat sepatunya sepatu kulit, kayak-kayaknya bukan cewek biasa nih. Setelah duduk, dia membuka jaket, dia mengenakan seragam polisi, pangkatnya Segitiga Kuning satu biji, ohh Sersan Dua pangkatnya. Ohh .., seorang polwan yang manis pikirku.

“Mas, username ama passwordnya nih nggak ??” tanyanya, sambil menoleh ke aku.

“Ehh .., ohh .., bebas kok mbak, langsung aja” kataku jadi sedikit gagap gara-gara terpana plus kaget ..

“Okey mas, makasih”

Beberapa menit sambil browsing aku curi-curi lihat ke mbak polwan tadi. Lama-lama kok beberapa kali ketahuan lagi nyuritle. Akhirnya aku gak berani lagi ngliat dia.

Konsentrasi aku alihkan ke monitor komputerku. Karena bosan dengan materi kuliah, aku mulai browsing situs-situs panas.

Setengah jam bang, tiba-tiba saja aku kaget saat mbak tadi sudah disampingku.

“Mas, ajari bikin email dong” katanya…

“ehh…, ehhhh…, ehhh iya” aku panik, karena monitorku isinya penuh gambar baru lagi adegan panas.

“Ayo mbak…, aku ajari” aku langsung berdiri dan mengajak mbak polwan tadi ke biliknya (Suhu aku tengsin & terlalu lama salting didepan komputerku).

Aku mulai ngajari cara mbuat email dari dasar. Sambil lirak-lirik aku baca namanya, sebut saja Dewi. Dewi tampak sehat mendengar penjelasanku, kemudian pergi mencoba mempraktekkan langkah demi langkah.

Aku masih grogi, tidak, lha wong dia polwan… hiiiii. Tapi kayaknya dia yang berusaha mencairkan suasana.

“Mas sudah lama kerja diwarnet ya?” Tanyanya

“Wah, baru kok mbak. Ini juga buat nambah-nambah biaya kuliah ”jawabku sambil berusaha tersenyum, tapi masih kaku…. Shitt.

“Wah, kok lancer banget gitu ya nge-netnya? Ehh, jangan panggil saya mbak dong.

Nih, kan namaku udah terpampang jelas gini. Panggil Dewi aja ya? Kalo nama mas sapa? ”

“ Saya Andri mbak .., wah nggak berani manggil gitu mbak. Ngak sopan ”Jawabku sambil menggerakkan mouse.

“Nggak papa kok, biar akrab. Lagian kayaknya kita seumuran ya.

Aku dua puluh tiga tahun kok ”paparnya blak-blakan, jarang yh cewek blak-blakan masalah umur

“ Ya deh mbak, eh Dewi…, kalo saya baru dua puluh dua tahun mbak, tuaan mbak dikit dong, ngomong-ngomong kok masih pake baju dines.

Habis tugas ya? ”Tanyaku sambil menonton buat mandang wajahya yang manis (buehhh…, betul-betul manis nihh)

“ Iya habis ikut pengamanan di balaikota, tadi ka ada demo mahasiswi. Jadi Polwannya turun semua. ”

“ Ohh .., gitu. Lho mbak Dewi kok gak pulang kerumah? “Tanyaku lagi

” Nggak, tadi lihat warnet jadi pengin mampir. Sekalian belajar ”

“ Emang mbak Dewi di mana? ”

“ Di perumahan ****, yahh jauh jauh sih. “Dia jawab sambil tersenyum manis… wihhh.

“Lho, udah nikah ya mbak? (nanya nya mulai gak konsen gara-gara senyuman tadi) ”

“ Udah, nikah sih udah satu tahun. Suamiku sipil, kerja di expidisi. Tapi lagi ruwet nihh…, dia kecantol ama temen piring, ini lagi ngurus cerai ”sambilin serak sedikit.

“Ehm, maaf mbak. Lancang nanya. ”

“ Gak papa .., kalo mas sendiri? ”Lhahh, dia balas nanya

“ Belum mbak, pacar aja gak ada. Nanti-selanjutnya lah ”

“ Ohh, padahal penampilan mendukung lhoh ”dia menjawab sambil tersenyum lagi. Matek aku … panas dingin langsung. Apalagi penguasa sambil menyenggol bahuku… beuhhh.

“Ahh, mbak bisa aja. Ehh .., suami mbak terlalu juga ya. Mbak yang secantik ini di khianati… ”nggombal dikit jawabanku

“Hahaha…, cantik gimana? Biasa aja ah ”Sambil pizza disenggolkan ke bahuku lagi. “Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo pulang kerja aku ndak langsung kerumah. Tapi jalan kemana dulu gitu ”

“ Lho, cantik betul lho mbak, manis tinggi langsing lagi… ”entah darimana kata-kata ini kudapat, dia terlihat tersipu-sipu. Senyumnya makin mengembang.

“Ehmm .., makasih ya. Eh .., ngliat situs-situs yang kayak tadi dimana ya? ”Tanyanya entah malu-malu

Cerita Lainnya:   Cerita Dewasa Kontol Tetangga Yang Nikmat

“ Ehhh .., yang mana ya mbak? ”Jawabku pura-pura bego

“ Yang tadi itu lho, yang dikomputernya mas. ”

“Ohh .., ehh gak papa ya mbak? Ini aku carikan alamatnya ”aku mulai mencari, dan muncul gambar-gambar orang lagi bercinta berat.

Aku lihat peduli menatap monitor penuh hasrat. “Ini tinggal di klik link-link yang ada. Banyak kok nanti ”Sambil aku beranjak pergi, mau kembali ke tempat operator.

“Ehh, kemana mas? Temenin aku dong, siapa tau lagi ada masalah lagi.

”Sambil membebaskan tanganku dan menarikku untuk duduk lagi. “Disini aja ya ..” dan aku mengangguk pelan.

Saya dulunya bermula browsing situs-situs xxx, dan aku merasa duduk makin merapat. Mata Dewi tak lepas dari monitor, nafasnya terdengar sedang memburu (aku juga demikian sihh hehehehe…).

Terasa tubuhku mulai bersentuhan dengannya, hangat dehh. Tangannya ditumpangkan kepahaku, membuat konty ku meluap meronta-ronta (waktu itu aku masih bertaruh-betul-betaka… bayangkeunn), diusap-usap pahaku. Aku beranikan memeluk pinggangnya yang ramping dan aku rapatkan tubuh ke tubuhku.

“Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak?” Tanyanya pelan, berbunyi berbisik. Wajahnya betul-betul rapat dengan wajahku, bikin aku gelagepan.

“Belum mbak, pacar aja gak punya, ciuman juga belum pernah …” jawabku jujur.

“Ehmmm…, kalau gitu…” diakuan kemudian berjalan kepintu depan.

Pintu dikunci oleh dia, kemudian tulisan ditutup dibalik. Lalu dia kembali ke tempatku, kembali memeluk saya yang sudah betul-betul panas dingin.

“Mau nggak kayak gitu ??” setengah berbisik dewi nanya didekat telingaku, seluruh badanku jadi merinding. Bibirnya ditempelkan ke telingaku.

Anjrriiiiittttt ……, aku gak bisa ngomong apa-apa. Tanpa menunggu jawabanku untuk menarik tangan, ditempelkan ke toketnya. Gak terlalu besar sih, tanganku dibimbing untuk membuat gerakan mengusap dan meremas.

Setelah aku bisa gerak sendiri, tanganku dilepaskan. Kemudian tangan kanan Dewi menelusup kedalam kaosku, meremas dan memilin-milin putingku. Badanku kayak kejang semua jadinya.

“Mas, mau kan sama Dewi? Satu malam ini aku milikmu … massa “suaranya mendesah ditelingaku.

Mulutnya memagut bibirku, lidahnya pembohong masuk kemulutku. Saat aku mendesah-ndesah keenakan (pengalaman pertama…) tanganku semakin aktif meremas toketnya.

Tangan Dewi kemudian membuka beberapa kesempatan baju dinasnya, ehhh… ternyata masih ada kaos dalam. Kaos dalam dia sibakkan ke atas, kemudian BH juga dia sibakkan ke atas. Tanganku ditarik lagi buat meremas-remas toketnya, aku mulai bersemangat.

Tangan Dewi menelusup ke celanaku, ****** yang udah bengkak diremas-remas…, ahhhhhh. Ubun-ubun kayak mau meledak. Sementara Dewi terus memagut seisi mulut dan lidahku.

Perlhan kaosku dinaikkan keatas, bibir Dewi kemudian pindah mencari dadaku. Lidahnya menjilati putingku…. Huuuuuhhhhh, sambil sesekali bisa gigitan-gigitan kecil yang sering bikin aku kaget.

Terasa seluruh dadaku disapu lidahnya .., rasanya nyaman-nyaman gimana gitu, lidahnya mulai turun menjilati pusarku. Karuan aja aku mengelinjang kesana-kemari.

Perlahan interaktif dengan mengangkat celanaku, batang sebatas lutut. Didalam cd, ****** ini mulai terasa berdesir-desir, sementara Dewi dengan buas menciumi batang kejantananku. Tak lama kemudian, cd ku dilorotkan sebatas lutut juga.

“Mas, burungnya lumayan besar ya .. emmm” sambil menjabat mengelus dan meremas-remas batangku.

“Uhhhh…, emang besar ya mbakkk ???” tanyaku sambil merem melek

“Nggak terlalu besar sih, tapi pas segini nih…” Balas Dewi sambil mengolah batangku.

“Massss…., Burungnya aku emut yaa ??”

“Iya mbak….” Aku udah gak konsen, Dewi mulai mengulum kepala dan batang burungku pelan-pelan.

Lembut banget, tangan kananku dengan gemas meremas-remas rambutnya yang pendek, rapi dan hemmmm…., Sangat wangi. Dan tangan kiriki meremas toket dibalik baju dinasnya…, kenyal banget.

Semakin lama kulumannya semakin cepat, aku semakin menggelinjang dan kelojotan.

“Ohhhh…, Wii .., Dewiii .., sudahhhh…, sudahhh, aku nggak tahannnnn” aku menceracau sejadi-jadinya. Baru pertama kali diemut, sama cewk manis lagi…. Wahhhh betul juga, pangkal batangku mulai terasa senut-senut.

“Dewiii .., ohhh gak tahan mbakkk…” senut-senutnya semakin kencang dan akhirnya terasa ada sesuatu menggelegak… crottt .., crottt. Spermaku keluar masuk mulut Dewi.

Tapi … .., aduhhhh Dewi nggak melepas batang burungku, tetap dikulum-kulum dan disedot. Terasa bukan nikmat yang sekarang, tapi jadi geli gak tertahan.

“Sudah mbakkk…, geli aku ..” sambil tanganku berusaha membebaskan kepala Dewi dari burungku.

Tak berapa lama lamanya melepas mulutnya dari burungku…, uhhhhhh. Seluruh badan lemas serasa tak bertulang. Dewi tersenyum melihatku, kulihat mulutnya sedikit mengecap-ngecap.

“Ehhh mbak, spermaku mbak telan ya ??” tanyaku

“Iya, nggak papa kok. Sehat tuh, selera emang gitu asin. Lagian dari nyemprot kemana-mana, bisa kena macem-macem tuhh…. ”Dewi menjawab sambil tersenyum genit.

Tangannya mulai bergerilya lagi, mengejar batang burungku yang sudah mulai mengkerut. Dipegang dan mulai dielus lagi…, aku masih menggelinjang geli…, tapi lama-lama mulai terasa hangat dan nikmat lagi. Mulutnya kembali memagut mulutku, kami berciuman dengan ganas. Aku mulai bisa mengimbangi permainannya.

“Mas, setelah ini giliranku yang dikasih kenikmatan ya?” Sambil nafasnya mulai tersengal-sengal

Cerita Lainnya:   Cerita Sex Inilah Kenikmatan Yang Luar Biasa Saat Ngentot Dengan Mantanku

“Ya mbak, aku puasin mbak dehh” tanganku dibimbing untuk ikut lepas celana dinas coklat miliknya.

Aku plorotkan hingga sebatas lutut. Tampak celana dalam warna hitam yang terfokus gundukan. Nggak sabar sekalian aku plorotin celana dalamnya. Terlihat cahaya jembut menghiasi gundukan daging. Tanganku mulai mengusap dan mencoba menyibak jembutnya, mencari sesuatu seperti yang ada di situs-situs porno.

Dengan lembut tangan Dewi membimbing tanganku, dan mengarahkan mulutku kea rah memeknya. Cuma karena celana Cuma dilorot sebatas lutut, kemudian terasa sulit untuk memeknya.

Akhirnya lidahku bisa mencela memeknya, kujilat dikit-dikit dan terasa basah (hihihi…, ada bau keringat ya .., nggak papa). Dewi mulai mendesah lirih, aku tambah ritmenya.

“Misa…, ayo masukin aja ya…, udah nggak tahan nih ..” Dewi bersuara lirih.

“Ya mbak” Aku kembali berdiri dan bersiap dengan burungku.

Tapi aku bingung, dengan posisi celanaku yang sebatas lutut dan Dewi yang juga sama kita keliatannya sama-sama bingung.

“Mbak…, masukinnya gimana nih ??”

“Ehh .., iya ya mas…., Gimana dariin sih ? Aku nungging nggak ya … ”

“ Ya deh .., terserah mbak. Aku masih bingung nih .. ”Lalu Dewi berputar dan posisi merangkak, kedua pahanya direnggangkan ke arah situ memeknya sedikit tampak.

“Sini mas, masukkan …, tusuk ke yang sini yaa …”, dan batangku, ditarik pelan-pelan kearah lubang memeknya yang terasa basah.

Sebentar kemudian, kepala burungku digesek-gesekkan ke memeknya, nikmat sekali…Aku mulai sedikit burungku kelubang memeknya. Pelan-pelan, batangnya mulai ambles kedalam memek.

Tanganku mulai meremas-remas pantat Dewi…. (gila, bulat banget nih pantat polwan, kenceng banget lagi. Banyak olahraga kali ya?).

Terkadang tanganku menyusup ke dalam baju dinasnya dan meremas-remas toketnya serta memilin putting susunya. Dewi mendesah-ndesah keenakan.

“Gimana misa ??? Enakkk?… Terus mas maju mundur aja…. ”

“ Ya mbak, enak. Mbak seksi banget yahh, udah langsing pantatnya montok lagi ”pujiku jujur

“ Ahhh mas, bisa aja. Burung mas juga enak kok…, kuat banget, padahal baru keluar habis-habisan lho tadi… ”godanya genit.

“Gimana mas perasaannya nggoyang polwan ??”

“Ehhh …, deg-degan juga …” sambil memacu pinggulku di dalam mundurkan batang memeknya.

Sambil mataku melihat jam dinding, 22.30. tanganku semakin akrab dengan lekuk-lekuk tubuh Dewi. Pundak Dewi Kemudian merendah, pantatnya sekarang benar-benar nungging, nafasnya mulai memburu tak teratur.

“Ahhhh… massa…, enakkkkk, terusss” badannya mengeliat-geliat, sesekali tampak bokong bulatnya mengejang.

“Ohhhh…. Ohhhhh… .., ahhhhhhhh ”Tampak seluruh badan Dewi mengejang beberapa saat dan kemudian mengendur pelan-pelan.

“Aku dah orgasme massal…., Ayo mas terus aja sampe keluar” matanya sayu tapi mengerling manja ke arahku.

“Mau ganti gaya ya mas ?? Spooning aja ya? Mas pasti tau dehh… yukk ”

“Ya mbak” pelan-pelan rebah bersama Dewi.

Posisi menyendok sekarang, aku peluk Dewi dari belakang sambil duduk sodokkan burungku berulang-ulang dan sekuat tenaga.

“Ahh…, ahhh…, ahhh” Dewi menjerit pelan, aku terus memompa

“Ahhhh mbakkk…, akuu keluarrrrr…” tubuhku mengejang dan crott… crottt.

Spermaku keluar untuk kedua kalinya… Pelukanku ke Dewi bagai mencengkeram sampai Dewi pun tampak bernafas.

“Massa…., Puas ya” ucapnya lembut dan manja…, aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

Aku melirik jam dinding .., sudah jam 23.15.

“Ada apa sih mas, kok lihat jam ??? Nggak suka ya? ”Dewi merengut

“ nggak mbak .., tapi udah menghambat jam setengah dua belas, temenku yang aplusan jaga bentar lagi pacaran ”jelasku

“Ohhh… kirain ..” senyumnya manja kemudian memerintah menoleh ke wajahku dan mulai memagut mulutku lagi.

“Ya udah…, kita beres-beres dulu yuk”

Aku melepas batangku yang mulai lemas dari memeknya, kuambil tisu untuk menahan dan memekannya.

“Makasih ya mas” sambil dia merapikan kembali seragam polwannya.

Merapikn lagi rambutnya yang pendek…, aku suka sekali melihat.

“Mbak cantik banget dehhh”

“ahhh massal…., Makasih juga.

Sama-sama, aku juga sangat suka ini kok. Kalau bisa lain kali kita ketemuan lagi…, aku percaya kamu kok ”balasnya masih dengan nada manja.

“Ehh…, boleh minta nomer hp ya mas…, bisa ketemu lagi lagi”

“Tentu mbak, mbak baik banget. Perjakaku dianggap mbak lhooo… .. ”aku sedikit tersipu

“Ohhh…, maaf ya. Habis aku pngen banget sihhhh… semoga kamu suka dan nggak kapok ”setelah rapi, dia memakai sepatu dan mau membayar internet.

“Ndak usah mbak .., ini bayarannya sudah sangat berlebih kok” jawabku

“Ahhh… yaudah. Makasih ya .. ”Setelah tukar menukar nomer hp, Dewi membuka pintu dan menyempatkan kissbye yang aku bales dengan lebih mesra.

Dan sejak itu kadang-kadang aku ketemuan dengan Dewi diberbagai tempat.Beberapa minggu setelah itu Dewi bercerai dengan misteri. Hubunganku dengan Dewi hingga tahun 2004.

Tahun itu dewi udah punya suami baru, seorang perwira polisi. Aku ndak berani ketemuan lagi, dan Dewi kayaknya sekarang betul-betul sayang sama gelembung. Aku turut bersyukur saja.

Category: CERITA SEX Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,